Ide

Mengapa Mengawal Indonesia Merdeka? 

GUSYAHYA.ID – Syukur kepada Allah swt. setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu. Alhamdulillah.

Sebagaimana disepakati oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak Agustus 2025, di dalam Rapat Gabungan yang digelar, bahwa peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama kali ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”

Mengapa mengawal Indonesia merdeka? 

Karena visi dan idealisme Nahdlatul Ulama sama dan sebangun dengan visi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga Saya Taslīm

Apakah visi dan idealisme itu? Yaitu untuk berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan bahwa kita semua sebagai bangsa, sebagai negara, harus ikut serta menjalankan ketertiban dunia yang berdasarkan atas kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”

Semua itu adalah rumusan sebagai wujud dari visi dan idealisme yang didirikan oleh Nahdlatul Ulama, dan kemudian dimanifestasikan di dalam wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Tadi Qari’ membacakan Surah An-Nur ayat 35:

۞ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ مَثَلُ نُورِهِۦ كَمِشْكَوٰةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ ٱلْمِصْبَاحُ فِى زُجَاجَةٍ 

Dalam berbagai kesempatan, saya gemar membuat tamsil. Apabila Nahdlatul Ulama itu adalah misbah yang menyinari sekitar maka misykatnya itu adalah Indonesia. Maka tidak mungkin, tidak bisa kita berpikir tentang Nahdlatul Ulama kecuali pada saat yang sama kita berpikir dan bertindak tentang Indonesia.

Baca Juga Amanat Hari Santri 2025

Maka semangat yang ingin kita serukan pada peringatan Harlah 100 tahun Nahdlatul Ulama ini. Bagi sebagian orang mungkin ini agak sedikit membingungkan. Karena dua tahun lalu kita sudah menggelar peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo, ini  karena hitungan tahun di lingkungan Nahdlatul Ulama itu, kalendernya ada dua macam. jadi kecuali kalender masehi, pasti ada kalender hijriah, masih ditambah lagi dengan kalender Jawa, dengan hari pasaran dan lain sebagainya itu.

Dua tahun yang lalu kita memperingati Satu Abad Nahdlatul Ulama menurut kalender Hijriah, yaitu 16 Rajab 1344-16 Rajab 1444 H, bertepatan dengan Februari 2023, dan hari ini kita memperingati 100 tahun berdasarkan kalender Masehi: 31 Januari 1926 sampai dengan 31 Januari 2026.

Baca Juga Santri Jaga Peradaban

Satu Abad perjalanan sejarah Nahdlatul Ulama tidak pernah lekang, tidak pernah geser, tidak pernah berubah semangat dan idealisme bahwa Nahdlatul Ulama berjuang dengan membangun kubu perjuangan, yaitu NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai kubu perjuangan, sebagai markas perjuangan untuk membangun peradaban yang mulia bagi seluruh umat manusia. 

Semoga visi dan idealisme ini senantiasa menghidupi batin kita semua, senantiasa menyalakan api di dada seluruh kader NU, dan seluruh bangsa Indonesia. 

Semoga perjuangan menuju peradaban mulia ini mendapatkan rida dan berkah dari Allah swt.

Terima kasih atas semangat, dukungan, dan doa restu.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button